Fila Ariyanti

Lulusan D2 PGSD UNS Surakarta,saat ini menjadi salah satu pengajar di kabupaten Cilacap,Jawa Tengah....

Selengkapnya
ROLLING ITU PENTING

ROLLING ITU PENTING

Memilih dan menjalani profesi sebagai pendidik dalam hal ini pendidikan dasar, seorang tenaga pendidik dituntut mampu mengajar di semua kelas baik kelas rendah maupun tinggi. Di kelas rendah yaitu kelas I, II, III atau kelas tinggi yaitu IV, V, VI. Tentu setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda. Namun sebagai guru pada masing-masing tingkatan baik kelas rendah maupun tinggi sudah hal yang wajar bila menemui adanya kendala tertentu. Adalah bagian dari kinerja dan tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas secara profesional.

Sebagai salah satu tenaga pendidik di sebuah sekolah saya pertama kali mendapat tugas mengajar di kelas IV. Dengan usia siswa sekitar 9 sampai 10 th anak sudah nalar dan menyadari tentang pentingnya belajar dan sekolah. Tidak butuh waktu yang lama sebagai guru yang baru saja diangkat sebagai abdi negara oleh pemerintah untuk menyesuaikan diri dalam melaksanakan tugas di kelas IV.

Hal ini berlangsung selama tiga tahun , yaitu dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 melaksanakan tugas sebagai guru kelas di kelas IV. Tak berapa lama menapak di tahun 2004 harus bergeser mengajar di kelas kelas I dikarenakan wali kelas I pada saat itu diangkat menjadi kepala sekolah. Karena saya satu-satunya guru wanita yang ada di sekolah kami mau tidak mau saya harus turun jabatan dari kelas IV ke kelas I.

Sungguh pada saat pertama kali masuk ruang kelas I pada tahun ajaran baru saya sempat bingung dalam hati saya berguman...arep diapakne iki bocah lembut-lembut...artinya...mau saya apain anak kecil-kecil begini. Saya tidak terlalu percaya diri untuk menghadapi anak-anak yang rata-rata masih berusia 6 tahun bahkan kalau jaman dulu usia 5,5 tahun ada yang sudah dimasukkan ke sekolah dasar.

Akhirnya di awal-awal pertemuan saya hanya mengisi hari-hari dengan menyanyi, menirukan gerakan burung terbang, bertepuk tangan. Hampir satu minggu anak-anak kelas I saya perlakukan seperti itu. Memang terkadang diselingi menggambar lingkaran, garis tidur, garis berdiri dan lain-lainnya.

Dengan banyak bertanya pada guru senior sesama guru kelas I di sekolah lain lama kelamaan saya mulai terbiasa mengajar kelas I. Meskipun saya banyak menemukan hal-hal yang sebelumnya belum saya temukan di kelas IV. Misalnya ketika salah satu dari mereka ingin ke kamar mandi untuk pipis, maka segera saja disusul oleh segerombolan teman-teman yang lain untuk keluar ikut pipis semua. Atau pada waktu belum saatnya istirahat anak-anak ini protes minta istirahat karena mungkin terbiasa di Taman Kanak-Kanak masuk kelas agak siang ketika pelajaran sebentar terus istirahat. Kalau di sekolah dasar masuk pukul 07.00 dan waktu istirahat pukul 09.00. Alasannya belajarnya lama sekali.

Namun anak-anak adalah anak-anak semakin sering bersama-sama melakukan pembelajaran bersama lama kelamaan tumbuh rasa senang dan sudah bisa merasakan lebih rileks ketika mengajar kelas I dibanding kelas IV sebab pembelajaran dengan pendekatan tematik di kelas I diselingi dengan menyanyi dan menari. Hal-hal kecil yang tadinya membuat geleng-geleng kepala juga sudah bisa dinikmati.

Untuk masalah mengumpulkan tugas yang akan dinilai oleh guru masih saja berebutan kadang guru sampai tidak kelihatan dikerubuti anak-anak. Akhirnya disiasati dengan berbaris yang rapi ketika akan dimintakan nilai di meja guru. Masih saja terjadi keributan antara anak laki-laki dan perempuan. Akhirnya dibuat dua barisan sendiri-sendiri. Anak perempuan satu baris ke belakang, anak laki-laki juga demikian. Kalau masih pagi harum minyak kayu putih dan bedak bayi masih segar aroma mereka, tapi setelah istirahat sudah jelas sangat berbeda. Itulah uniknya anak-anak.

Hari demi hari berlalu tak terasa sudah 14 tahun mengajar di kelas I dan sama sekali belum pernah bergeser. Sampai tak terasa di rumah juga sama, anak-anak bertambah satu persatu setiap 5 tahun sehingga dirumah banyak anak kecil di sekolah juga setiap hari mengajar anak-anak kecil. Sungguh menyenangkan. Namun ada kalanya mengalami kejenuhan.

Sampai akhirnya tahun ajaran baru 2017/2018 saya memohon kepada kepala sekolah untuk naik jabatan dari kelas I ke kelas berapapun siap ditempatkan. Alasan saya untuk refreshing sejenak sebentar setelah itu kembali ke kelas I lagi tidak apa-apa. Namun kendalanya dari lima orang guru kelas tidak ada yang sanggup untuk mengajar kelas satu. Mungkin sama seperti yang saya rasakan dulu bingung, panik mau diapakan ketika berhadapan dengan makhluk mungil yang imut-imut karena terbiasa mengajar anak-anak yang sudah besar.

Saya pun meyakinkan guru dan kepala sekolah bahwa mencoba tidak ada jeleknya dan saya siap membantu guru yang menggantikan posisi saya saat itu bila diperlukan. Akhirnya uji coba dilakukan guru kelas III mencoba menduduki posisi saya sebelumnya. Namun lama kelamaan juga menikmati senangnya di kelas rendah. Tak terasa sudah berjalan sudah 2 tahun mutasi di kelas kami.

Sebaliknya saya langsung mengajar di kelas V meskipun yang menggantikan guru kelas I adalah guru kelas III. Dan saya langsung bisa menyesuaikan karena memang menghadapi anak-anak yang lebih besar. Untuk materi pelajaran saya bisa belajar dulu. Tapi yang belum hilang adalah cengkok suara saya masih seperti waktu mengajar kelas I. Ternyata butuh waktu yang agak lama untuk menyesuaikan diri dalam menyampaikan materi tertentu. Khas guru kelas rendah cengkok suaranya.

Ternyata rooling itu penting. Ini diperlukan untuk menghindari kejenuhan bagi guru kelas yang bertahun-tahun hanya mengajar di kelas yang sama. Guru kelas bukan guru abadi yang sampai pensiun harus mengajar di satu kelas yang sama. Mereka butuh penyegaran berada kelas tertentu agar meningkat kompetensi dirinya. Rolling itu penting.

Langit biru di atas sekolahku

# lika liku guru kelas satu #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah luar biasa tulisanya bu, pengalaman mengajar yang luar biasa. Saya pernah mengajar juga di SD kelas 1 dan 2 . Sesuatu banget bu. Sehat dan sukses selalu dalam segala aktivitasnya. Barakallah.

02 Nov
Balas

Terimakasih, pak Mulya. Extra sabarnya di kelas rendah.Biasanya dihindari guru. Mksh, pak sudah berkenan singgah. Sukses untuk pak Mulya

02 Nov

Subhanallah pengalaman yang luar biasa..salut. Jadi ingat ibu saya yang sampai pensiun mengajar di kelas 1 terus. Sehat dan sukses selalu buat bu Fila

02 Nov
Balas

Iya, bu. Biasane begitu guru abadi sampai pensiun kalau mengajar kelas 1. Mksh ya, bu dyahni sudah mampir. Sukses untuk ibu.

02 Nov

Ufffsss..., saya selalu kagum dengan guru-guru di kelas I SD, luar biasa banget. Pastinya ini tidak mudah. Saya bisa bayangkan itu. Betul yang bunda bilang, rolling memang diperlukan antara lain untuk menghindari kejenuhan. Ruarrr biasa. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

02 Nov
Balas

Nggih, bun. Biar tdk jadi guru abadi di kelas satu. Senior saya biasanya sampai pensiun di kelas satu, bun. Mksh, bunda Rai berkenan singgah. Sehat, sukses dan berkah untuk bunda Rai.

02 Nov

Waduh baru sy mau ungkapkan rasa itu, ups kak Rai sdh sampsikan. Aku banggabagaimana hebatnya guru SD terlebih di kls 1, pastinya sabar banget yah bu Fila ini dg bertahan 14 th, luar biasa. Sukses selalu dan barakallah

02 Nov
Balas

Iya, bu rekor di sekolah memang tdk ada yang mau menggantikan. Setelah memohon-mohon akhirnya naik jabatan hi... hi... Mksh,bu sudah berkenan singgah. Sehay, sukses dan berkah untuk ibu.

02 Nov

Wow..saya ga pernah merasakan dirolling Mba Fila...muridnya selalu imut2....he..he..

02 Nov
Balas

Segar minyak kayu putih dan bedak bayi terus, bu.mut imut terus yg datang... Mksh, bu sudah singgah.

02 Nov
Balas

He..he..bener...muka yang cemong karena bedaknya ketebalan...aroma minyak kayu putih....semuanya selalu kurindu.

02 Nov

Ya kan... Awet muda ya kuwi bu Roni. Bu Nurma bilang mut imut

02 Nov

Akan indah bila selalu dinikmati..selamat berkarya terus buk...

02 Nov
Balas

Terimakasih, pak sudah berkenan singgah. Masih terus belajar, pak.

02 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali