Fila Ariyanti

Lulusan D2 PGSD UNS Surakarta,saat ini menjadi salah satu pengajar di kabupaten Cilacap,Jawa Tengah....

Selengkapnya
Merindu Solo

Merindu Solo

Solo atau Surakarta Hadiningrat sejatinya bukan kota kelahiranku, namun keramaian, keramahan, kekayaan kulinernya membuat hati ini selalu merindukan kota ini. Dibesarkan di sebuah kecamatan kecil yang terletak di ujung timur kabupaten Klaten membuat saya mengenal kota Solo sejak kecil.

Masih terbayang pada waktu usia 6 tahun sampai usia 12 tahun tiap bulan Maulud selalu diajak berkunjung ke keraton untuk ikut berdesak-desakan melihat gamelan sekaten atau pada tanggal1 Syuro selalu diajak bapak untuk melihat orang-orang desa berduyun-duyun berjalan menuju keraton untuk melihat kerbau Kyai Slamet. Kerbau ini adalah kerbau yang dipelihara oleh keraton Surakarta. Sebagai anak kecil hanya melihat-lihat orang berjalan panjang sekali deretannya, bila sudah mengantuk diajak bapak pulang tidak ikut melihat kerbau Kyai Slamet karena tidak kuat berjalan jauh.

Kenangan yang sangat indah dan membekas ketika saya duduk di bangku SMA, karena sekolah terletak di kota Solo otomatis setiap hari berkunjung ke kota itu. Sekolah menengah saya terletak di daerah Gading sebuah sekolah swasta yang cukup terkenal setiap hari naik bis pulang pergi namun terkadang juga naik sepeda. Karena sekolah saya terletak di dekat stasiun pemancar radio hampir setiap pulang sekolah mampir ke stasiun radio swasta di daerah Madegondo, Sukoharjo.

Radio Pancabayu Madegondo begitu nama stasiun gelombangnya pada saat itu masih menggunakan gelombang AM. Di daerah Solo Baru tersebut juga masih ada lagi stasiun radio dengan gelombang FM yaitu Radio SAS FM. Karena pada saat itu radio saya radio model kuno tentu saja siaran radio yang terjangkau pada saat itu adalah radio dengan gelombang AM.

Radio yang berbentuk kotak besar, berwarna coklat susu, ada beberapa bagian tombol yand dapat diputar terletak di bagian depan yang bertuliskan tuning, volume yang berguna untuk memindahkan gelombang radio yang diinginkan atau memperbesar kecil suara. Gelombang radio yang paling favorit ketika itu adalah Radio RPM, RRI Gelombang 1, Radio Swara Graha dan Radio ABC. Semua mempunyai acara favorit sendiri-sendiri.

Radio Pancabayu Madegondo pada saat itu yang paling sering didengarkan karena memang sering dikunjungi untuk membeli kartu pendengar yang berguna untuk saling menyapa teman sesama pendengar radio atau untuk request lagu kesayangan. Karena sering membeli kartu pendengar dan mengirim lagu bertambah kenalan dan teman melalui radio itu. Juga hampir semua pengenalnya hafal ada Kak Yunan, Kak Daru Sulistiyo, Kak Sita, Kak Yuyun dan masih banyak lagi.

Ah, kota Solo selalu membuat rindu manggebu. Entah masih ada atau tidak stasiun radio tersebut mungkin juga sekarang berubah menjadi gelombang FM. Setelah berkeluarga kalau mudik tetap mengunjungi Solo Baru tetapi karena punya anak kecil berkunjungnya sekedar jalan-jalan beli nasi liwet atau ke arena bermain Dream Land dan permainan lain di Hartono Mall. Ada tempat yang disukai anak-anak selain itu yaitu pergi keTaman Jurug sebuah kebun binatang yang terletak di dekat kampus UNS Kentingan. Tentu saja terdapat banyak binatang yang menarik bagi anak-anak.

Banyak bangunan yang telah berubah dan semakin menarik untuk dikunjungi, mall yang ada di beberapa tempat nyatanya memanjakan mata untuk berburu buku. Memang setiap mengunjungi Solo pasti pulangnya membeli buku meskipun hanya satu atau dua buah. Terkadang juga jalan-jalan ke komplek Taman Sriwedari untuk melihat-lihat dan membeli buku bekas yang sangat banyak ragamnya dan harganya terjangkau.

Ah, membuat semakin merindu Solo. Biasanya dua bulan sekali mudik untuk menengok bapak dan ibu, Namun karena kesibukan bulan ini belum sempat memesan Wijaya Kusuma kereta yang menjadi langganan keluarga kami untuk mengantar ke rumah Simbah.

Sungguh kota ini membawa banyak kenangan dalam hidup semenjak kecil hingga sekarang. Bahkan menemukan jodoh pun juga di salah satu kampus di kota ini. Memang tak akan habis cerita indah ditulis di sini, hanya merindu Solo itu saja. Semoga segera terobati rindu ini. Terkadang mendatangi tempat-tempat yang merupakan kota bersejarah dalam hidup kita menjadikan semangat dan menambah energi untuk melangkah dalam hidup ini. Merindu Solo...

Langit di atas rumahku, 6-11-2018

#kangen Simbah#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hhh..Solo kota kenangan Kampus Kentingan,Manahan Pa Pabelan ...Salam.. Aku Di Manahan.

06 Nov
Balas

Kota kenangan, pak.

06 Nov

Mengingatkan kembali pada kampus kentingan bunda, boleh dong kalau mudik nitip "intip solo"

06 Nov
Balas

Oke, bu. Bisa buat sangu kopdar ya intipnya. Makasih, bu. berkenan singgah. Cilacap hujan deras sinyal ndlap ndlup bu. Sukses untuk bu Dyahni.

06 Nov

Oke, bu. Bisa buat sangu kopdar ya intipnya. Makasih, bu. berkenan singgah. Cilacap hujan deras sinyal ndlap ndlup bu. Sukses untuk bu Dyahni.

06 Nov

Wow..pastinya sangat menyenangkan apabila bisa bernostalgia ke sana.....

06 Nov
Balas

Lumayan buat refreshing, bu. Murah meriah nginap tempat bapak ibu.Mksh bu Rini menyempatkan hadir di tengah kesibukan. Sukses untuk ibu.

06 Nov

Lumayan buat refreshing, bu. Murah meriah nginap tempat bapak ibu.Mksh bu Rini menyempatkan hadir di tengah kesibukan. Sukses untuk ibu.

06 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali