Fila Ariyanti

Lulusan D2 PGSD UNS Surakarta,saat ini menjadi salah satu pengajar di kabupaten Cilacap,Jawa Tengah....

Selengkapnya
DURI PENGINGAT DIRI

DURI PENGINGAT DIRI

Hari Minggu merupakan hari yang dinanti dalam seminggu, sekedar melepas lelah untuk refreshing atau week end sebagian orang. Atau hanya sekedar mencari angin segar Minggu pagi sebelum siang harinya aktifitas yang lain telah menanti. Dan sayapun menikmatinya juga hari ini.

Sama seperti kebanyakan orang, terkadang hari Minggu saya jadikan untuk melongok indahnya Samudera Indonesia bagian utara yang berdekatan dengan wilayah kecamatan tempat tinggal saya. Pagi yang cerah saya dan anak-anak menikmati jalan-jalan di pantai. Ayah dan ketiga jagoan saya Raihan, Raffif dan Fathan berlari-lari, berkejaran dan membuat istana pasir di bibir pantai. Ombak yang bergulung terkadang besar menghempaskan istana pasir yang telah berdiri tinggi lalu semua menjerit senang dan membangun lagi istana pasir atau candi-candian.

Saya berjalan menyusuri kebun kelapa yang ada di dekat pantai dengan beralaskan sandal japit favoritku namun ketika anakanak dan suami melepas sandal di tengah kebun saya pun ikut melepas sandal dan berjalan menyusuri bibir pantai sendirian sambil menggerak-gerakkan tangan ke atas lumayan untuk sedikit mengulur otot.

Setelah berjalan-jalan sebentar saya pergi ke warung di sebelah utara pantai, saya memesan tiga buah mie goreng kesukaan anak-anak dan kupat pecel untuk suami. Sambil menunggu mie matang dan tidak panas, saya menikmati kupat pecel sambil memandang dari kejauhan anak-anak dan ayahnya yang sedang membuat istana pasir lagi.

Setelah habis satu porsi kupat pecel yang kata orang Cilacap buket dan leket-leket bumbu kacangnya. Mungkin artinya bumbu kacang yang kental kurang lebih begitu, maklum saya juga tidak terlalu paham bahasa ngapak Cilacap dan Banyumas. Segera saya membawa tiga porsi mie goreng untuk anak-anak, karena mereka memang belum sarapan saya berniat menyuapi si kecil sambil membuat istana pasir agar lahap dan cepat habis.

Baru beberapa meter saya melangkah sret...sret...kaki saya terhenti karena ada sesuatu yang menyangkut di telapak kaki kanan saya. Rasanya sakit sekali, saya melambai-lambaikan tangan sambil memanggil bapak dan anak-anak tapi mereka cuma melihat ke arah saya sambil mengangguk tersenyum mungkin setuju bila di antar mie goreng untuk anak-anak.

Aduuhh, sambil menahan sakit saya melambai-lambaikan tangan lagi sambil menunjuk kaki sebelah kanan. Akhirnya Raihan anak saya yang paling besar segera lari menemui saya tapi belum tahu bahwa ada sesuatu yang menyangkut di kaki kanan ibunya. Ia mengira ibunya kesulitan membawa tiga porsi mie untuknya dan adik-adiknya.

Sambil meringis kesakitan aku menunjuk kaki kananku agar anak itu memeriksa telapak kaki kananku. Dengan cekatan Raihan segera memeriksa telapak kaki saya dan tak berapa lama sreet...sreett...sreett...tiga kali tarikan anak itu menarik sesuatu dari telapak kakiku. Ternyata sebuah bangkai kepala ikan kathing laut yang sangat tajam duri/pathilnya menancap di telapak kakiku.

Darah keluar dari telapak kakiku, bapak dan si kecil berlari-lari menyusul dengan cepat memeriksa telapak kakiku dan memencet area sekitar bekas duri yang menancap di kakiku untuk mengeluarkan darah karena tahu bahwa ikan kathing tawar sangat beracun. Bersamaan itu penjual kupat pecel dari arah utara juga sudah ada di belakangku. Setelah melihat darah keluar tiba-tiba less...gelap terang gelap terang akhirnya saya tertatih-tatih menuju warung dan tergeletak tidur di kursi tempat untuk berjualan kupat pecel tadi.

Setelah keadaan tenang dan darah sudah tidak keluar kami segera pulang dengan telapak kaki yang menjinjit-jinjit karena tidak bisa menapak di sandal. Ibu pemilik warung mengatakan kalau bangkai kepala ikan yang menancap di telapak kakiku tidak begitu berbahaya karena sudah menjadi bangkai. Kalau ikan kathing air tawar yang masih hidup bila terkena durinya langsung bengkak dan membiru. Karena duri ikan itu sangat beracun.

Setelah minum obat sore itu agak sedikit lega rasanya. Kaki tidak bengkak hanya masih menjinjit bila untuk berjalan. Rasanya pegal sekali.Saya masih bisa bersyukur karena duri itu tidak menancap di kaki anak-anakku, orang jawa bilang esih bejo sungguh tidak tega bila anak-anak yang terkena duri itu. Ah, duri itu pun menjadi pengingat- ingat saya dan keluarga agar lebih berhati-hati dalam melangkah dimanapun itu. Duri di pantai menjadi pengingat diri.

Pantai Karangpakis, Cilacap, 4-11-2018

#menjadi pengingat diri untuk hati-hati dlm melangkah#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semoga sekarang sudah baikan..maaf baru berkunjung.

05 Nov
Balas

Iya bu, tak apa. Harus hati-hati untuk saya, mendapat teguran manisNya. sehat dan sukses untuk bu Dyahni..

05 Nov

Subhanallah, bunda pandai mengamvil hikmah dari kejadian yang dialami. Seruju bunda, kita memang harys berhati-hati dalam melangkah. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

05 Nov
Balas

Sebagai refleksi saya agar mawas diri dan hati-hati dlm melangkah. Terimakasih bunda berkenan menengok. Semoga sehat, sukses dan berkah utk bunda Rai.

05 Nov

Pastinya sakit sekali yah bun, smoga jadi pengalaman. Sukses selalu dan barakallah

04 Nov
Balas

Sudah reda nyerinya bu, ke apotik mencari obat. Mksh, bu sudah menengok.sehat, sukses dan berkah utk ibu.

04 Nov

Melu "segrik-segrik" rasane Bun....Liburan yang tak terlupakan ya Bu...semoga cepat sembuh kakinya....sehat dan sukses buat Bu Fila...

04 Nov
Balas

Iya mksh, bu. Rep semaput bu mau esuk. Mksh sudah menengok, sehat dan sukses utk ibu dan keluarga.

04 Nov

Masyaallaah bunda.. Semoga kita selalu berhati-hati dalam berbuat dan melangkah. Sehat dan sukses selalu bunda. Barakallaah

05 Nov
Balas

Sebagai pengingat-ingatalam melangkah, bu. Mksh bu Nurmalia. Sehat dan sukses, bu.

05 Nov

Alhmadulillah, jadi sudut cerita yang hangat dan akrab. Moga dalam lindungNya sllu

04 Nov
Balas

Amin ya robbalalamin. Terimakasih, pak sudah menengok. semoga bpk juga sehat, sukses dan berkah.

04 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali